Kamis, 05 Januari 2012

KOMPONEN KURIKULUM

Pengertian Kurikulum dan Komponen-komponen dalam Kurikulum

Diskripsi Kurikulum Pembelajaran Secara Global
Dalam sistem pembelajaran, suatu lembaga haruslah mempunyai pedoman yang handal guna memodifikasi suatu proses belajar mengajar yang berkualitas dan menghasilkan out put yang bermanfaat bagi lingkungan nantinya. Patut kita sadari bahwa suatu pembelajaran hendaknya mempunyai sebuah program yang menunjang dimana dalam program tersebut mempunyai tujuan, metode, dan sistem yang aplikatif.
Oleh sebab itu, program tersebut adalah kurikulum, dalam pendidikan, kurikulum merupakan alat untuk mencapi tujuan pendidikan. Tanpa kurikulum yang sesuai dan tepat akan sulit untuk mencapai tujuan dan sasaran pendidikan yang diinginkan. Sebagai alat yang penting untuk mencapai tujuan, kurikulum hendaknya adaptif terhadap perubahan zaman dan kemajuan ilmu pengetahuan serta canggihnya teknologi.
Disamping itu, kurikulum harus bisa memberikan arahan dan patokan keahlian kepada peserta didik setelah menyelesaikan suatu program pengajaran pada suatu lembaga. Wajar apabila kurikulum pembelajaran selalu berubah dan berkembang sesuai dengan kemajuan zaman, ilmu pengetahuan dan teknologi yang sedang terjadi.
Kata kurikulum, bila ditinjau dari asal katanya berasal dari bahasa Yunani yang mula-mula digunakan dalam bidang olah raga, yaitu kata currere, yang berarti jarak tempuh lari. dalam perspektif lain disebutkan bahwa, kurikulum berasal dari kata curir yang artinya pelari, dan curere artinya tempat berpacu atau tempat lomba. Dalam bahasa Arab kata kurikulum identik dengan kata المنهج yang berarti jalan yang terang atau jalan terang yang dilalui oleh manusia pada berbagai kehidupannya (Al-Syaibany, 1997:478).
Dalam arti yang paling sederhana kurikulum berarti jadwal pelajaran. Dalam arti sempit kurikulum adalah semua pelajaran baik teori maupun praktek yang diberikan kepada siswa-siswa selama mengikuti suatu proses pendidikan tertentu.
Dalam arti luas kurikulum dapat diartikan semua pengalaman yang diberikan oleh lembaga pendidikan kepada anak didik selama mengikuti pendidikan.

Dari penjelasan secara etimologi tersebut menuai banyak pespektif dan perbandingan maka untuk menemukan makna kurikulum secara terminologi maka perlu kita ketahui bahwa hakikat kurikulum adalah rancangan mata pelajaran bagi suatu kegiatan jenjang pendidikan tertentu, dan dengan menguasainya seorang dapat dinyatakan lulus dan berhak memperoleh ijazah .
Menurut UU No. 2 tahun 1989 yang menjelaskan tentang pengertian kurikulum tentang Sisitem Pendidikan Nasional “ Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan belajar-mengajar.”
Disisi lain terdapat perspektifitas, kurikulum secara terminologi yakni, pengertian kurikulum berdasarkan pemahamannya, dapat dipandang sebagai kurikulum tradisional dan kurikulum secara modern.
1. Kurikulum Menurut Perspektif Tradisional
Menurut Oemar Hamalik, kurikulum menurut pandangan lama adalah sejumlah mata pelajaran yang harus ditempuh oleh murid untuk memperoleh ijazah. Pengertian ini mempunyai implikasi bahwa mata pelajaran pada hakikatnya pengalaman masa lampau, tujuannya adalah untuk memperoleh ijazah.

2. Kurikulum Menurut Perspektif Modern
1. Kurikulum adalah suatu perencanaan untuk mendapatkan keluaran (out7 comes) yang diharapkan dari suatu pembelajaran.Perencanaan tersebut disusun secara terstruktur untuk suatu bidang studi, sehingga memberikan pedoman dan instruksi untuk mengembangkan strategi pembelajaran (Materi di dalam kurikulum harus diorganisasikan dengan baik agar sasaran (goals) dan tujuan (objectives) pendidikan yang telah ditetapkan dapat tercapai.
(Grayson 197)
2. Kurikulum merupakan gagasan pendidikan yang diekpresikan dalam praktik. Dalam bahasa latin, kurikulum berarti track atau jalur pacu. Saat ini definisi kurikulum semakin berkembang, sehingga yang dimaksud kurikulum tidak hanya gagasan pendidikan tetapi juga termasuk seluruh program pembelajaran yang terencana dari suatu institusi pendidikan.
(Harsono 2005)
3. Kurikulum dapat diartikan sebagai pengajian di sekolah dengan mengambil kira kandungan dari masa lampau hingga masa kini. Pembentukan kurikulum menekankan kepetingan dan keperluan masyarakat.
(John Dewey 1902;5 dalam bukunya ‘The Child and The Curriculum’)
4. Kurikulum dapat diartikan keseluruhan pengalaman, yang tak terarah dan terarah, terumpu kepada perkembangan kebolehan individu atau satu ciri latihan pengalaman langsung secara sedar digunakan oleh sekolah untuk melengkapi dan menyempurnakan pendedahannya. Konsep beliau menekankan kepada pemupukan perkembangan individu melalui segala pengalaman termasuk pengalaman yang dirancangkan oleh sekolah.
(Frank Bobbit 1918, dalam buku ‘The Curriculum’)
5. Kurikulum adalah Curriculum is, after all, a way of preparing young people to participate as productive members of our culturer, yaitu cara mempersiapkan manusia untuk berpartisipasi sebagai anggota produktif dari suatu budaya, yakni dengan lebih cenderung pada metodologi.
(Hilda Taba dalam buku Curriculum Development:10)
6. Kurikulum adalah A curriculum is an organized set of formal education and or training intentions. Maksudnya kurikulum yaitu seperangkat organisasi pendidikan formal atau pusat latihan.
(Pratt, dalam bukunya Curriculum, design and Devopment:4)
Komponen-komponen Kurikulum
Komponen kurikulum dalam pendidikan sangat berarti, karena merupakan operasionalisasi tujuan yang dicita-citakan, bahkan tujuan tidak akan tercapai tanpa keterlibatan kurikulum pendidikan. untuk itu, komponen kurikulum pendidikan setidak-tidaknya mencakup empat klaster (kelompok) pokok , yaitu:
1. Klaster komponen dasar; mencakup konsep dasar tujuan dalam kurikulum pendidikan, prinsip-prinsip kurikulum yang dianut, pola organisasi kurikulum, kriteria keberhasilan, orientasi pendidikan, dan sistem evaluasi.
2. Klaster komponen pelaksana; mencakup materi pendidikan, sistem penjenjangan, sistem penyampaian, proses pelaksanaan, dan pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar.
3. Klaster komponen pelaksana dan pendukung; mencakup pendidik, peserta didik, bimbingan konseling, administrasi pendidikan, sarana-prasarana, dan biaya pendidikan.
4. Klaster komponen usaha-usaha pengembangan; yakni usaha-usaha pengembangan terhadap ketiga klaster tersebut dengan berbagai komponen yang tercakup didalamnya.
Dari uraian diatas, penulis akan membahas secara singkat mengenai komponen kurikulum dasar yaitu, tujuan, isi, metode atau cara belajar mengajar dan evaluasi pembelajaran.
1. Tujuan
Tujuan kurikulum tidaklah lepas dari visi dan misi sebuah pendidikan yang telah dirancang sesuai kompetensi anak didik dan pendidik yakni setiap program pendidikan yang akan diberikan kepada anak didik. Rumusan tujuan haruslah disusun sebelum kita menyusun isi, metode, dan evaluasi pembelajaran karena tujuan kurikulum dapat mempengaruhi corak, menentukan arah suatu pembelajaran, dan menjadi pegangan dalam melakukan setiap tindakan oleh pendidik.
2. Isi kurikulum
Isi atau yang biasa disebut dengan materi kurikulum cenderung lebih menekankan pada ide-ide atau gagasan dasar dari berbagai disiplin ilmu. Ide-ide itu disebut dengan “struktur”ilmu pengetahuan.
Menurut Hilda Taba, dalam menentukan criteria dalam melakukan pemilihan isi atau materi kurikulum adalah sebagai berikut :
1) Isi kurikulum harus valid dan signifikan (sesuai).
2) Isi kurikulum berpegang kepada kenyataan-kenyataan sosial.
3) Kedalaman dan keluasan isi kurikulum harus seimbang.
4) Isi kurikulum menjangkau tujuan yang luas, meliputi pengetahuan, ketrampilan, dan sikap.
5) Isi kurikulum harus dapat dipelajaridan disesuaikan dengan pengalaman sisiwa.
6) Isi kurikulum harus dapat memenuhi kebutuhan dan menarik minat siswa.
3. Metode Pembelajaran
Secara harfiah: ‘cara’ yaitu cara melakukan suatu kegiatan atau cara melakukan suatu kegiatan dengan menggunakan fakta dan konsep-konsep secara sistematis (umum). Cara yang berisi prosedur baku untuk melaksanakan kegiatan kependidikan khususnya kegiatan penyajian materi pelajaran kepada peserta didik. cara yang digunakan oleh pendidik dalam menyampaikan pesan pembelajaran kepada peserta didik dalam mencapai tujuan pembelajaran dengan mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran. Macam-macam metode pembelajaran antara lain :
• Metode ceramah
• Metode diskusi
• Metode studi mandiri
• Metode studi kasus
• Metode pembelajaran terprogram
• Metode praktikum, dll
4. Evaluasi Pendidikan
Yakni proses atau kegiatan untuk menentukan kemajuan pendidikan, dibandingkan dengan tujuan yang telah ditentukan.

BAGAN TENTANG EVALUASI PENDIDIKAN

0 komentar:

Posting Komentar

Poll

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

About Me

Foto Saya
sadamcenter
hidup adalah perjuangan, tiada hari tanpa belajar dan bekarja keras
Lihat profil lengkapku

Pengikut

Mengenai Saya

Foto Saya
solo n jogja tok, jateng ae, Indonesia
hidup adalah perjuangan, tiada hari tanpa belajar dan bekarja keras

About

Powered By Blogger